Sunday, October 9, 2011

Berpetualang Bukan Berlomba



Tanah gersang berpasir, sabana dengan tumbuhan berduri dan udara panas yang kering sangat ideal untuk menjajal fisik, psikologis, kemampuan berfikir dan bertindak cepat.
Ya, dipilihlah kawasan Karangtekok, Baluran, Jawatimur pada September 2002 itu sebagai tempat seleksi para petualang Marlboro Adventure Team.

Tahap seleksi itu berlangsung selama 3 hari, yang menguji kemampuan perorangan dan juga kemampuan dalam hal berkerjasama dengan orang lain dalam satu tim.
Mengendarai mobil jip di medan offroad, motor cross, sepeda gunung, mountain hiking, rappelling, mendayung perahu, berenang hingga disudahi dengan lari marathon.

Seolah offroader dan crosser handal para peserta ditantang untuk menanjaki terjalnya bebatuan di tebing.  Beberapa peserta harus jatuh dari motornya karena melayang tak terkendali, hingga cedera pun tak bisa dihindari beberapa peserta.

Bukan pekerjaan mudah. Begitu juga ketika harus bersepeda gunung, down hill tak jarang peserta harus memanggul atau mengangkat sepedanya ketika melewati perbukitan yang curam dan juga sungai yang berbatuan.
Setelah istirahat beberapa jam, maka sekitar pukul 10 malam masih harus dilakukan kegiatan tantangan malam hari, haling-rintang, wall climbing dan flying fox hingga selesai dini hari.  Lagi-lagi, cedera adalah bagian dari petualangan.

Keesokan harinya petualangan dilanjutkan, namun hari ini lebih menilai kerja sama dalam tim. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk menjalani kegiatan yang berjarak sekitar 25 kilometer, dibutuhkan kemampuan orienteering, skin diving, rowing dan rappelling.

Dalam hal orienteering, ketika suatu tim tidak bisa membaca peta, maka nyasar adalah resikonya ! beberapa kelompok bahkan harus mengangkat atau memanggul salah satu bagian dari sepeda teman nya, dikarenakan rusak.
Sepintas mirip akrobat sih !

Bersepeda di bawah teriknya matahari Baluran, kegiatan masih dilanjutkan dengan mendayung perahu ke tengah lautan untuk mencapai pantai Bama.
Karena tidak biasa dalam hal dayung mendayung dan juga kecangnya angi lautan, beberapa tim harus rela perahunya terbawa semakin jauh dari titik finish yang sudah ditentukan.  Pada kegiatan ini, tidak semua tim yang akhirnya dapat menuju titik finish tersebut.

Hari terakhir adalah gabungan antara kerjasama tim dan kemampuan perorangan. Pertama secara berkelompok yg tidak ditentukan, harus membuat rakit dari bambu dan ban dalam yang disediakan untuk menuju kapal yang berjarak sekitar 3 km.
Dari kapal tersebut, kemampuan perorangan pun mulai dijajal. Masing-masing peserta harus berenang menuju pantai sejauh 600 meter dan dilanjutkan dengan berlari sejauh kurang lebih 8 km.
Triatlon. Itu sudah !

Lelah mengayuh perahu dan berenang, keringat yang bercampu rair laut dan wajah merah yang terbakar matahari, merupakan gambaran dari para peserta.  Bulu kuduk pun berdiri dibuat oleh sengatan matahari.

Seperti Oase di padang pasir.  Ketika berlari beberapa lama, peserta disuguhkan buah segar (semangka, melon) dan juga minuman isotonik dingin sebagai penghilang dahaga.
Minuman yang paling menyegarkan didunia ! itu yang sayarasa saat itu.
Sambil mengatur nafas, saya cuma berdo’a agar tidak terkena heat-stroke, lalu jatuh pingsan dan tidak sampai di garis finish.  Dan…akhirnya garis yang dituju itu ada di depan mata. Berakhirlah acara seleksi selama 3 hari berturut-turut itu.

Pada malam harinya, dilakukan pengumuman 10 petualang terpilih yang akan melakuan petualangan berikutnya di Utah, Amerika Serikat dan saya adalah salah satunya.

Namun 65 orang lainnya yang hadir disana selama 3 hari disana, patut berbangga karena mereka telah terpilih dari kurang lebih 231.000 orang yang berasal dari 25 kota di seluruh Indonesia.
3 wanita terpilih ambil bagian dalam kegiatan ini, dan kebetulan pacar saya adalah salah satunya.
Malam itu adalah malam milik kami bersama, semua merayakan malam petualangan bersama-sama.  Tidak ada Menang-Kalah.

Karena pada dasarnya berpetualang bukan berlomba !








9 comments:

  1. Pake foto dong ..... baru percaya.

    ReplyDelete
  2. Udah lupa pernah baca....jadi baca lagi.
    Ohh ama pacar waktu itu

    ReplyDelete
  3. Bangke, gw daftar waktu itu ga kepilih-pilih! Hahaha.
    Nice story, bang!

    ReplyDelete
  4. Bangke, gw daftar waktu itu g kepilih-kepilih! Gara2 ini toh orangnya. Hahaha.
    Nice posting, bang!

    ReplyDelete
  5. Pung, coba latihan lebih keras lagi Hahahaha

    ReplyDelete

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...