Sunday, October 9, 2011

Pantai Amay-Harlen

Penginapan di pinggir pantai Amay

Sepi.Tenang.

Senja di Harlen
Amay Harlen
Pantai Amay terletak di daerah Depapre, sekitar 25 kilometer dari Sentani. Tidak terlalu jauh sebetulnya. Tapi jangan harap menuju pantai ini dengan mudah, jalanan tidak beraspal dan penuh lubang siap menyambut perjalanan Anda. Saya dan Ayos saja hampir putus asa, tapi apa daya, jalan pulang sama jauhnya dengan jalan menuju pantai. Jadi ya sudahlah terus saja.

Sepanjang perjalanan sebetulnya mendung sudah menggantung. Tapi tetap saja tidak turun hujan, kondisi cuaca seperti ini membuat mood kami mendadak muram.  Memang kami datang di bulan yang kemungkinan curah hujan nya tinggi, di bulan oktober tahun lalu.

Apalagi saat kami tiba di bibir pantai, hanya sedikit orang yang terlihat. Satu keluarga wisatawan mancanegara dan beberapa keluarga lokal. Padahal Pantai Amay memiliki pantai yang panjang, sedikit pengunjung otomatis menjadikan pantai ini terlihat lengang.

Ayos berusaha mengambil gambar, meski saya tahu tidak banyak gambar bagus yang bisa dihasilkan dari cuaca mendung seperti ini. Langit terlihat menjadi flat. Akhirnya setelah sedikit mengeksplor, kami duduk-duduk saja di sebuah beruga, lalu mengobrol tentang apa saja.

Karena dikejar waktu dan kami harus segera menuju Pantai Harlen, akhirnya kami bergegas mengepak barang bawaan dan pergi meninggalkan beruga. Tidak jauh kami berjalan, ada seorang nelayan tua menghampiri. Ternyata ia meminta biaya sewa beruga sebesar lima puluh ribu rupiah. Saya dan Ayos terkejut, kami duduk tidak lama. Mungkin baru sepuluh menit saja.

“Masak turis luar negeri bayar, kalian tidak. Sini, lima puluh ribu!” kata si Nelayan Tua sambil melontarkan kata-kata sarkas. Nominal itu tidak dapat ditawar, ia tetap meminta selembar uang bergambar I Gusti Ngurah Rai itu.

Karena tidak ingin ribut, akhirnya kami bayar saja sambil terus mengerutu. Kami ini petualang kelas ransel. Uang lima puluh ribu tentu saja sangat berarti bagi kami, nilai itu berarti adalah dua porsi nasi rendang di depot masakan Padang dekat hotel kami di Sentani. Tapi ya sudahlah.

Akhirnya kami menuju Pantai Harlen. Dari Pantai Amay sebetulnya dekat saja, tinggal mengarahkan mobil kea rah Pelabuhan Depapre, lantas menyewa boat untuk pergi pulang seharga 300.000 rupiah. Pantai ini bisa ditempuh selama 20 menit dengan boat. Sebetulnya ada jalan lain melalui darat, tapi pada sebuah titik Anda dipaksa trekking untuk mencapai pantai mungil ini.

Yang saya bayangkan pertama kali saat melihat pantai ini adalah pemandangan di Desa Komodo; arus pantai yang kalem, pemandangan bukit-bukit yang mengepung horizon, dan air yang jernih sehingga saya bisa melihat dasar laut.

Kami datang ketika matahari sudah jauh tergelincir ke barat. Pantai yang sangat bagus untuk snorkeling ini sangat sepi, seperti sebuah pantai pribadi. Kami bebas menjadi liar dan berlaku gila, semacam boys stuff yang tidak bisa kami lakukan sembarangan jika berada di tempat kerja.

Saya mencoba gantungan tarzan yang disediakan penduduk bagi wisatawan yang ingin menguji adrenalin. Posisi mulainya memang tidak keren, yaitu di atas pohon kelapa. Lalu saya memegang kayu di ujung tali dengan perasaan ngeri, saya takut kalau ternyata dasar pantainya dangkal sehingga jika saya jatuh bakal terasa.

Saya lantas melepas kaitan kaki pada batang kelapa. Tubuh saya terdorong kea rah laut dengan cepat. Gantungan tarzan ini membuat saya berayun-ayun beberapa centimeter di atas permukaan laut. Pada sebuah titik paling jauh lantas saya melepaskan pegangan dan tubuh saya terlempar ke arah laut. Byuur!

Pemandangan matahari terbenam di balik bukit adalah penutup yang sempurna untuk kunjungan kami ke Pantai Harlen hari itu. Diselingi air laut yang tenang dan mengambang kami menikmati pemandangan sunset sambil mengobrol dan menunggu jemputan yang membawa kami kembali ke Depapre.

No comments:

Post a Comment

Video - Exploring Sumba - Taman Nasional Matalawa #FamliyGoesToNationalPark Episode-5

Bulan Maret menjadi penjelajahan pertama #FamilyGoesToNationalPark kami di tahun 2017 sekaligus menjadi Episode yang ke 5. Pe...