Wednesday, November 9, 2011

Labuan Bajo


Bandara Komodo


Pesawat ATR akhirnya membawa kami sampai di Bandara Komodo, Labuan Bajo setelah sempat delay beberapa lama di Bandara Ngurah Rai, Denpasar.

Empat orang teman kami harus rela tinggal di Denpasar untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Labuan Bajo. Kondisi ini dikarenakan penuhnya kursi penerbangan yang meskipun sudah dicoba untuk dipesan jauh-jauh hari.  Jadilah hari itu hanya 7 orang dari kami yang meneruskan perjalanan pada hari yang sama.

Labuan bajo, merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Sebagai pintu gerbang bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Komodo, Pulau Rinca dan pulau-pulau lainnya di sekitar Labuan Bajo.
Sudah banyak tersedia penginapan disana, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang.

Labuan bajo dapat diakses melalui udara dan laut dari Denpasar atau Kupang.  Ada juga ferry dari Sumbawa sedangkan akses darat dapat melalui Ende dan Maumere.
Masyarakat disana juga beragam suku pendatang, diantaranya Sulawesi, Jawa, Bali dan Padang.  Bahkan Kabarnya orang Sulawesi atau tepatnya Nelayan Bugis sudah ada disana sejak lama dan juga menurut cerita merekalah yang memberi nama untuk kota Labuan bajo ini.

Setibanya di pelabuhan Labuan Bajo, kami langsung menuju restoran karena memang perut sudah harus diisi.  Kejutan pun datang.  Menu yang dipesan mungkin biasa cumi, ikan makarel dan kari ayam.  Namun porsinya yang besar akhirnya membuat perut kami terasa penuh.

Selesai menyelesaikan urusan perut, kami pun check-in di Hotel Boutique Hills tak jauh dari restoran tadi.  Menariknya, letak hotel ini tepat berada di depan pelabuhan Labuan Bajo. Waw, kami mendapatkan pemandangan yang indah dari hotel yang letaknya diatas, karena kontur tanah perbukitan di daerah ini.
Dari atas dapat terlihat juga beberapa pulau kecil, diantaranya adalah Pulau Monyet.

Sehabis menyegarkan tubuh dengan mandi di hotel kami pun melanjutkan perjalanan ke Panorama Hotel.  Menurut Pak Mikael guide kami, dari hotel Panorama tersebut kami bisa mendapatkan pemandangan Sunset yang menakjubkan.

Benar saja, begitu matahari membenamkan sinarnya, kami mendapatkan suguhan pemandangan yang indah. Ada beberapa kapal yang berlabuh menambah keindahan pemandangan disana bak lukisan seorang maestro.

Tentu saja momen ini tidak kami sia-sia kan begitu saja.  Sambil menyeruput kopi dan makanan ringan, kami pun mulai mengabadikan Sunset sore itu dalam kamera-kamera kami.


Makarel Hot Plate

Pelabuhan Labuan Bajo


Senja di Labuan Bajo

Selamat Pagi Labuan Bajo


No comments:

Post a Comment

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...