Tuesday, April 24, 2012

Air Terjun Ciwalen

Pintu Masuk TNGGP (foto by alex didit)

Jum’at malam kali ini untuk kesekian kalinya secara impulsif saja, saya, tasya dan didit memutuskan untuk pergi ke air terjun Cibereum,  Azzam pun ikut serta pastinya. Tempat ini memang sudah seperti taman bermain kami.  Tak bosan hampir pasti setiap bulan kami berkunjung kesana. Selain menikmati segarnya udara juga untuk menjaga stamina tubuh.

Akhirnya Sabtu pagi itu kami ber empat berangkat ke Cibereum. Seperti biasa, santapan bubur ayam Bunut menjadi menu ‘wajib’ yang kami lahap sebelum ke Cibereum. 

Di depan Pos volunteer Montana, ada dilow salh seorang volunteer disana yg memangil-manggil.  Bercakap-cakap sebentar, dia pun menawarkan kami kai ini untuk ke Air Terjun Ciwalen ketimbang Cibereum.

Sebenarnya kami bertiga, saya, tasya dan didit sudah mendengar tentang air terjun ini sebelumnya, namun belum pernah sempat pergi kesana.  Mungkin karena terpikir jarak yang begitu dekat, sehingga kurang lama dari sisi trekking ya. Namun tanpa diskusi panjang lebar lagi, akhirya kami sepakat untuk pergi ke air terjun Ciwalen diiringi hujan rintik-rintik di bulan Januari 2012 ini.

Air terjun Ciwalen ini tidak terlalu jauh.  Jika biasanya untuk ke air terjun Cibereum membutuhkan waktu sekitar 2 jam, namun menuju air terjun yang lebih rendah dari air terjun Cibereum ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. 

Ternyata dari awal perjalanan saja sudah menarik.  Mungkin juga suasana yang berbeda dari Cibereum yang biasa kami kunjungi.  Azzam pun berjalan di depan berbarengan dengan Dilow.  Sedangkan Indra, teman dari Montana yang satunya lagi menemani kami dibelakang.

Perjalanan diawali dengan plang petunjuk yang terbuat dari kayu bertuliskan “Selamat Datang di Jalur Interpretasi”.  Interpretasi ? Apa maksudnya masing-masing orang dibebaskan meng-interpretasikan sendiri ? Tidak. Jalur ini disebut interpretasi karena ini merupakan jalur untuk pendidikan, pelatihan dan penelitian.

Sebenarnya jalur interpretasi yang berjarak sekitar 1,5 KM ini adalah jalur yang dimonitoring atau diamati untuk mengetahui mengenai kondisi lapangan/ hutan yang kerap kali digunakan sebagai wilayah untuk pendidikan lingkungan atau sebagai wilayah pemanfaatan. Sehingga jalur ini sangat mendukung bagi siswa sekolah unutk menambah pengetahuan temtang alam dan lingkungan.

Karena itu tentu saja tempat ini selain kita mendapatkan udaranya yang segar, sebagai sarana berolahraga namun juga sebagai tempat untuk menambah pengetahuan tentang alam.

Lalu kami temui lagi papan informasi yang berisi keterangan dan foto Macan Tutul Jawa (Phantera Pardus Melas).  Hewan ini adalah satwa yang dilindungi dan TNGGP merupakan salah satu habitat terbaik bagi Macan Tutul Jawa di Jawa Barat.  Kucing besar penghuni terakhir yang tersisa di pulau Jawa.

Foto Macan Tutul Jawa yang bisa kita lihat disana adalah merupakan hasil karya dari CI (Conservation International). Sebuah organisasi yag dibangun di atas sebuah landasan ilmu pengetahuan, kemitraan dan praktik lapangan yang kuat dengan memberdayakan masyarakat untuk memelihara alam, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan manusia, secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Selanjutnya jalur yang kami lewati, memberikan informasi-informasi dari berbagai tanaman dan hewan yang ada disana.

Rotan Badak (Plectocomia elongate Mart.Ex.BI), tumbuhan liana yang dpt tumbuh menjulang tinggi hingga mencapai 5 sampai 20 meter.

Sungai Ciwalen (Ordo II) TNGGP ini sendiri setiap tahun nya menghasilkan 231 milyar liter air per tahun, bukti nyatanya adalah dengan sungainya yang berair atau mengalir sepanjang tahun.

Sedangkan untuk hewan jenis burung, potensi burung sebanyak 251 species atau 50% burung yang ada di Pulau Jawa.  18 species diantaranya merupakan pemangsa (raptor), mrpkn salah satu mata rantai penting dalam ekosistem hutan hujan tropika pegunungan.

Walen (ficus ribes reiw) tumbuhan keluarga beringin-beringinan ini mempunyai peranan penting bagi burung, mamalia termasuk primata. Buah dan daun muda merupakan bagan yg dimakan satwa. Manfaat obat: diekstrak dicampur gambir untuk megobati malaria dan sakit perut.

Canopy Trail sebagai jembatan penghubung untuk menuju ke air terjun Ciwalen. Dibangun pada tahun 2010 lalu oleh Gunma Safari World Japan. Dengan panjang lintasan 130meter, tinggi 40 meter, dengan kapasitas maksimal 300 kg.  Jembatan ini dibuat diantara pohon-pohon besar.

Fungsi dari Jalur Intepretasi Ciwalen ini sendiri adalah sebagai sarana penelitian satwa arboreal dan stratifikasi tajuk vegetasi.
Memudahkan dalam mengamati satwa burung yang sering terbang ke daerah tersebut dan juga dapat mengamati keadaan pohon di bagian pucuknya.

Sedangkan untuk tanaman, beberapa tanaman obat di TNGGP terdiri dari beragam jenis, yang diantaranya terdiri dari semak, perdu dan pohon. Sebagian dari tanaman-tanaman yang ada bahkan sudah dibudidayakan dan dijadikan sebagai obat herbal tradisional.

Nah, ketika sudah melewati beberapa plang informasi tadi, sampailah kami di Air Terjun Ciwalen, yang tingginya hanya sekitar 12 meter.  Disinilah kami membuka ply sheet unutk berteduh dari hujan dan menyantap makan siang yang sudah kamu persiapkan dari bawah.

Perjalanan kali ini kami mendapatkan suatu pengalaman yang baru dan berbeda.

Perjalanan Dimulai (foto oleh NZ Anastasia)

Plang Petunjuk Canopy Trail (foto oleh NZ Anastasia)



Azzam di Canopy Trail (foto oleh alex didit)

Air Terjun Ciwalen (foto oleh NZ Anastasia)
 
Hujan tak membatasi untuk tetap bermain di alam (foto oleh NZ Anastasia)

Langkah kecil berjalan di hutan (foto oleh NZ Anastasia)

2 comments:

  1. Mas, mantabz nih naik gunungnya. Anaknya umur brp pas diajak naik gunung & camping? anakku 3,5 th br planning mo ngajak camping nih. Aku baca2 blog mas lg ya...terutama utk tips traveling adventure sama anak. Thx

    ReplyDelete
  2. Hehehe....ini belum yg naik gunungnya. Azzam pertama camping di air terjun cibereum umur 15 bulan. nah naek gunung pertamanya umur 2,5 thn, alhamdulillah sdh 3 kali kesana (blm pernah ada yg saya tulis), mgk nanti. Ayo ajak anak belajar di dan ke Alam :)) Terima kasih sudah mampir.
    Twitter ku: @sukmadede
    nah utk yg share, bisa di @familytripID

    ReplyDelete

Video - Exploring Sumba - Taman Nasional Matalawa #FamliyGoesToNationalPark Episode-5

Bulan Maret menjadi penjelajahan pertama #FamilyGoesToNationalPark kami di tahun 2017 sekaligus menjadi Episode yang ke 5. Pe...