Tuesday, November 27, 2012

Tidur Diatas Bambu Di Baturaden Adventure Forest





Jika menyebut nama Baturaden, mungkin dibenak sebagian besar orang pasti akan langsung tertuju pada Lokawisata Baturaden yang memang sudah terkenal sejak lama.
Bagi masyarakat Purwokerto dan sekitarnya, Baturaden ini layakmya seperti kawasan puncak bagi orang Jakarta dan Bogor. Kawasan ini terbentang di sebelah selatan kaki Gunung Slamet yang merupakan gunung berapi tertinggi ke 2 di tanah Jawa.  Letaknya yang berada pada ketinggian sekitar 640 meter diatas permukaan laut, membuat udara terasa sejuk dan dingin.

Setelah perjalanan selama kurang 6 jam akhirnya sampailah kami di stasiun Kereta Purwekerto dengan menumpang Kereta Purwojaya dari Gambir, Jakarta.  Dari stasiun kereta kami langsung menuju ke Baturaden, dan setelah 20 menit berkendaraan tampak pintu gerbang masuk ke Lokawisata Baturaden.  Namun bukan disini tujuan kami.
Sepuluh menit kemudian sampailah kami di pintu masuk Baturaden Adventure Forest ! Sejauh mata memandang, tampak hamparan hutan damar dan pinus yang menyejukkan mata.
Tempat yang dibuka dengan konsep ekowisata diakhir tahun 2009 ini terletak di lembah Sungai Pelus antara Taurus dan Objek Wisata Telaga Sunyi.

Bagi pengunjung yang datang ke tempat ini dapat melakukan beberapa kegiatan yang merupakan kombinasi keindahan alam dan petualangan, antara lain water adventure, canyon adventure, foresttrek adventure, biketrek adventure.
Untuk yang ingin menginap disana, tersedia beberapa pilihan bangungan yang terbuat dari bambu dengan maksud ramah lingkungan, selain itu pengunjung juga dapat merasakan tidur di tenda disertai perlengkapan tidurnya.  Tak usah khawatir dengan makanan, karena disana memang tersedia kantin yang siap melayani pengunjung.
Namun satu hal yang perlu diingat, ditempat ini tidak disediakan mie instant.  Sebagai salah satu upaya mereka dalam penerapan konsumsi makanan yang sehat.

Beberapa saat setelah menyantap ayam goreng, sayur asem dan tempe mendoan menu siang itu, kamipun menuju sungai yang tak begitu jauh dari kantin untuk segera bermain river boarding di aliran arus sungai Pelus.  Setelah menggunakan pengaman, seperti helm, kamipun meluncur diantara bebatuan dengan air yang dingin hingga berakhir di kolam alami yang bening.
Puas bermain air lanjut dengan berbilas, sudah tersedia teh, kopi dan pisang goreng  untuk menghangatkan tubuh.
Sore itu kami bercakap-cakap dengan Wiwid, salah satu karyawan ditempat ini.  Percakapan pun berkisar tentang misi didirikannya tempat ini, bagaimana mengelolanya, hingga kepersoalan lainnya.  
Tak terasa hari makin sore dan pemandangan didepan kami berubah.  Kabut tampak mulai menyelimuti kawasan kaki Gunung Slamet ini dan udara pun bertambah dingin.

Setelah makan malam, badanpun yang cukup lelah, ditambah dinginnya udara malam itu yang dalam keadaan hujan, rasa kantuk pun tak bisa dihindari.  Karena hujan yang cukup deras, membuat kami agak malas untuk menuju tenda yang sudah disiapkan untuk tidur.  Dengan beralas matras dan menggunakan sleeping bag, kami memutuskan untuk tidur di area kantin yan bentuknya panggung dari bambu.
Pada malam itu hanya kami bertiga, saya, istri dan anak yang menginap di tempat seluas sekitar 45 hektar tersebut, tentunya ada petugas keamanan yang bertugas jaga disana.

Pagi hari yang cerah, melewati sarapan dengan semangat kamipun segera meluncur ke air terjun yang dapat ditempuh selama sekitar 20 menit, lalu berlanjut ke air terjun lainnya. Sehabis mengeringkan badan, kegiatan berlanjut unutk mencoba beberapa permainan diatas/ketinggian atau disebut juga high rope (flying fox, elvis walk, cargonet), yang biasa dipakai untuk penunjang kegiatan outbound.

Hujan pun turun tak lama setelah kami puas bermain.  Ditengah hujan kami meninggalkan tempat ini dan menuju salah satu tujuan kuliner di Purwokerto, Soto Jalan Bank yang terkenal.
Kalau dilihat dari waktu tempuhnya, Baturaden ini dapat menjadi salah satu alternatif tujuan wisata bagi warga Jakarta yang biasanya berlibur ke daerah di Jawa Barat (Bandung, Lembang, Sukabumi).  Toh dari Jakarta jika mengendarai mobil ke Sukabumi bisa memakan waktu hingga 6 jam juga. So, tunggu apa lagi ?!


Bangunan Utama (Kantor, Kantin, Musholla) yg terbuat dari bambu

Salah satu penginapan di pinggir sungai
                         
Tenda. Pilihan untuk menginap

Water Sliding

Di kolam yang airnya bening dan dingin

Rumah Pohon

Trekking sehabis dari air terjun

Bermain di Ketinggian



5 comments:

  1. mas, kalo camping gitu brp duit yaaa ??? kayak nya seru tuch

    ReplyDelete
  2. Seru beneran.....:) ada beberapa jenis paketnya

    ReplyDelete
  3. Seru banget! Dulu waktu kecil suka banget ke Baturaden kalo maen ke Purwokerto. Masih inget airnya jernih banget trus dingin dibandingin Purwokerto. Makasih infonya mas!

    ReplyDelete
  4. @Aggy: Mantap! Sama-sama, Gy. Semoga bermanfaat :)

    ReplyDelete
  5. Ada even organizer yg bisa mengakomodir tidak mas, minta nmr telp dong

    ReplyDelete

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...