Tuesday, January 29, 2013

Apa itu Traveling ?



Travel more :)


Belakangan ini memang tak dapat dipungkiri travelling menjadi begitu mem-booming di Indonesia.  Semua orang ingin pergi ke suatu tempat menarik yang belum pernah dia kunjungi atau mendatangi atas referensi dari orang lain. Mereka hanya ingin menikmati, melihat keindahan alamnya atau sekedar bersenang-senang. Apa salahnya dengan itu semua ? Tak ada yang dapat menyalahkan.  Masing-masing orangpasti punya alasan mengapa dia traveling. Bebas aja, selagi bukan sesuatu yang negatif. Siapapun tak dapat membatasi orang lain untuk berpergian ke suatu tempat, kecuali memang tempat-tempat yang memang perlu mendapatkan izin untuk memasukinya.

"Travel broadens the mind, raises spirit". Berpergian itu memperluas wawasan, mengasah jiwa. Semestinya semangat dari kalimat bijak itu dapat kita rasakan keabsahannya begitu kita kembali dari berpergian.

Mungkin dulu pada awalnya manusia hanya menyadari bahwa dunia hanya sebatas kampung yang mereka diami saja, sungai atau laut yang yang berada di dekat pemukiman mereka, hutan tempat berburu untuk makan ataupun ladang/kebun yang mereka garap. Seiring waktu dengan bertambah sesaknya manusia maka mulailah kelompok, klan, suku  melewati batas lingkungannya memulai suatu yang baru, yaitu pengembaraan.

Alasan yang paling masuk akal kala itu, tentulah untuk mencari tempat yang lebih menjajikan untuk hidup.  Membuat mereka harus menyebrangi lautan, padang pasir, perbukitan dan gunung-gunung hingga mereka menemukan apa yang mereka cari.
Orang-orang seperti Ibnu Batutta, Marcopolo, Colombus, James Cook dan dilanjutkan oleh pengembara-pengembara lainnya membuka pintu ke belahan bumi lainnya (kata lain untuk menyeberangi lintas benua).

Tak dapat dipungkiri dari para pengembara terdahulu itulah akhirnya kita sebagai manusia penerus menjadi tahu ada tempat-temat lain dimuka bumi ini.  Dari mereka-mereka yang mencatat perjalanan, menggambarnya diatas kertas, hingga menjadi sebuah benda yang dinamakan peta. Betapa dahsyat dan agungnya sebuah peta. Dengan pengetahuan itu maka tersadarlah kita bahwa betapa bumi ini begitu luasnya.

Perjalanan atau traveling itu akan jauh lebih bermakna dari sekedar menikmati keindahan alam suatu tempat. Bagaimana kita memandang kehidupan atau cara hidup orang lain. Menghargainya, mempelajarinya dan bahkan mencoba untuk beradaptasi dengannya, walaupun dengan segala keterbatasan waktu yang ada. Karena pada kenyataannya kita adalah makhluk sosial.  Sudah semestinya, orang yang berstatus sebagai ‘tamu’ untuk dapat menyatu dengan baik itu alam maupun dengan manusia nya.
 
Bagi saya pribadi, selain menikmati keindahan alam banyak nilai-nilai yang dapat saya pelajari selama berpergian, terutama selain traveling sendiri atau bersama teman, saat ini saya sering traveling bersama istri dan anak saya.    Disinilah nilai edukasi dari sebuah perjalanan dapat kami berikan sekaligus dipelajari langsung oleh anak kami.  Bagaimana mengenalkan alam dan lingkungan padanya, Menambah pengetahuan & pemahamannya tentang alam. Dengan beragam flora dan fauna yang belum pernah dilihat sebelumnya tentu saja akan lebih memperkaya wawasannya.
Merangsang anak menjadi lebih responsif terhadap lingkungan sekitar sehingga anak lebih berempati. Saat melakukan berbagai aktifitas outdoor, otomatis seluruh bagian tubuh akan bergerak dapat melatih kecerdasan motoriknya.

Dari beberapa pengakuan orang tua kepada saya, banyak orang tua yang tidak ingin kehilangan masa kebersamaan bersama anak/keluarganya, apalagi dimasa sebelum anak beranjak remaja. Namun dengan segala kesibukan dan tuntutan, mereka mengakui sulit untuk mencari waktu yang ‘tepat’.
Pada dasarnya, para orang tua tersebut sangat tidak ingin kehilangan waktu yang mungkin sangat singkat itu.  Karena mereka menyadari bahwa dimasa sekarang ini, tak dapat dipungkiri bahwa ketika anak beranjak remaja, anak akan agak sulit untuk diajak pergi bersama orang tuanya.  Besar kemungkinan mereka sudah akan lebih memilh untuk pergi bersama teman-teman sebayanya.  Bahkan beberapa anak remaja malah merasa malu jika pergi bersama keluarganya.
“berapa lama sih anak saya mau bareng jalan-jalan bareng orang tua nya, sebelum mereka menemukan teman-teman jalan nya sendiri ?” begitu kira-kira pernyataan orang tua.

Dimasa sekarang ini, dimana ada sebagian orang tua yang agak sulit untuk mendapatkan kebersamaan dengan anaknya, dengan melakukan kegiatan traveling bersama-sama, dapat meningkatkan kebersamaan dan kekompakan keluarga. Karena pada umumnya dalam kegiatan outdoor/ alam bebas orangtua akan melibatkan diri terhadap aktifitas anak. Disinilah seluruh keluarga yang mengikuti kegiatan akan menemukan quality time.

Ajaklah anak mendiskusikan tempat dan kegiatan yang akan didatangi. Menurut saya, jika kita biasakan si anak berkegiatan bersama orang tua dan melakukan kegiatan yang mengasyikan bagi seluruh keluarga, mudah-mudahan selalu dapat terjaga hingga mereka dewasa, walaupun mungkin tidak sesering seperti saat mereka masih kecil. Tidak ada salahnya jika kita mencoba nya. Paling tidak itu yang saya harapkan.
Kami sendiri sudah mulai mengajak anak berkegiatan di alam bebas saat dia berusia 15 bulan, dan hingga kini dia menikmatinya.

Dalam melakukan perjalanan, terutama dalam hal kegiatan di alam bebas, anak akan mencoba hal-hal baru yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.  Pengalaman baru akan membuat anak beradaptasi dengan lingkungan.  Mendiskusikan pada anak kami hal-hal yang boleh / tidak boleh dia lakukan termasuk alasan dan akibatnya. Keamanan menjadi faktor penting dalam melakukan kegiatan bersama anak.

Tentu saja selama ini kami sudah merasakan dan melihat dampak positif dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan terhadap kehidupan atau tingkah laku anak kami sehari-hari.  Dalam hal kepercayaan diri, pengambilan keputusan, keberanian juga mengemukakan hal-hal yang dia pikirkan.

Tapi bagi saya, dalam traveling tiap orang punya cara, gaya dan tujuan nya masing-masing. Ada yang ingin bersenang-senang, melepas penat, menikmati keindahan alam, mencari sesuatu yang baru, lebih mengenal dan mencintai, sebagai bentuk edukasi, dll.  Bahkan ketika ditanya tujuannya ada yang hanya menjawab dengan "I just love it'.  Bagi saya, lakukan saja selama itu sesuatu yang positif.


“Now I see the secret of making the best person: it is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth.”  -Walt Whitman

 

Arung Jeram

 

Sejarah letusan Gn. Gede (foto oleh. NZ Anastasia)

 

Di Kampung Naga

 

Makan di (warung) lautan pasir Bromo

 

Diantara para porter (foto oleh. NZ Anastasia)

 

21 comments:

  1. waduh, dedek kecilnya diajakin kemana mana :D , ide bagus untuk mengenalkan anak kecil kepada alam *nanti dicontoh* *masih single :D

    ReplyDelete
  2. Makasih. Hehehehe...iya meneruskan apa yang telah orang tuanya lakukan :) Aamiin semoga cepat terkabulkan

    ReplyDelete
  3. Setuju banget sama pendapatmu. Cuman aku gak bisa nulis 'sedalem' ini :p

    The best time to travel with kids is NOW.
    Just pack and go and let the nature tells the story :)
    Thanks for sharing.

    ~ The Emak
    www.thetravelingprecils.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :) Ini juga coba share apa yang saya rasakan dan lihat.
      For Sure. Couldn't agree more

      Thanks juga sudah membaca dan kash komen.

      Salam buat anak-anak ya ?

      Delete
  4. Wah thank you buat sharingnya

    Setuju sekali dgn tulisannya. Mengajak anak explore the outdoors dari kecil bnyk sekali manfaatnya, termasuk kebersamaan keluarga dan empati terhadap lingkungan dan perluasan wawasan.

    Senang melihat foto2nya jg dimana si kecil ikut kemana2 :) blessed family!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mbak.

      Semoga bermanfaat bagi kita semua dan may god blees your family, too :))

      Delete
  5. seribu satu alasan yang membuat saya selalu ingin traveling adalah MENYENANGKAN :)

    ReplyDelete
  6. Sekarang setelah jadi orang tua, ngerasa stuju banget sama yang ditulis mas Dede. Gw juga niatnya pengen ngenalin alam sedini mungkin ke Dhana. Alam yang bisa ngasih pelajaran terbaik buat anak:)

    ReplyDelete
  7. @Rini: Makasih, Rin. Ayuk, kenalkan anak dengan alam sejak dini :) sidah pasti banyak pembelajaran yang akan didapatkan anak

    ReplyDelete
  8. Sesama orang tua, setuju sedelapan sama yg kamu tulis. Kita hanya bisa berharap, semoga alamnya masih ada dan terjaga pas anak² besar nanti.

    Salam dari Bavaria.
    @mindoel - #travelwithinfant #hikewithinfant #bikewithinfant

    ReplyDelete
  9. @mindoel: Hahaha...Betul, semoga apa yg kita jaga sekarang dapat juga dirasakan dan bermanfaat bagi generasi penerus kita.
    Senang sekaligus iri juga melihat/membaca di mindoel.blogspot Hahaha

    Keep Travelling ! See you when we see you...

    Salam dari Indonesia

    ReplyDelete
  10. Banyak hal-hal tak terduga yang bisa saja kita temui saat traveling, semua itu bisa kita jadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan. Yep, traveling itu lebih dari sekedar pergi ke tempat-tempat yang idah lalu mengagumi. Traveling adalah sekolah kehidupan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @NOE: Traveling is education. So, let's keep traveling! :)

      Delete
  11. wah, hebat banget mas bisa jalan-jalan dan mengenalkan traveling terhadap anak sendiri.
    Karena saya masih bujanan, traveling menurut saya adalah cara yang bagus untuk memperbanyak kenalan secara real didunia nyata.
    thanks artikelnya, nyari dfinisi traveling ketemu blog ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas. Iya sekarang kita harus meneruskan apa yang kita sudah alami kepada generasi penerus kita. Setuju, traveling juga menambah saudara baru dimana tempat kita datangi.
      Makasih sdh mampir mas Qory

      Delete
  12. Keren kak. baca ini Jadi pengen punya dedek bayi. #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Atrasina: Makasih...ayok segeraaa #eh :D

      Delete

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...