Thursday, November 7, 2013

Camping di Sejuknya Udara Ranca Upas



Danau

Hari sudah menjelang sore ketika kami sampai di terminal Leuwi Panjang, Bandung dan untuk mengisi perut yang mulai ‘protes’ karena memang belum makan siang, kami langsung menuju RM Ampera yang berada di seberang terminal.
Tak lama setelah selesai makan, hujan pun turun dengan derasnya.  Setelah agak mereda, barulah kami pergi sebuah toko untuk membeli payung yang memang belum kami bawa dari Jakarta.
Setelah bertanya-tanya ke beberapa orang, dari terminal Leuwi Panjang, ada 2 pilihan angkutan yang menuju Ciwidey, yaitu menggunakan bis ¾ atau kendaraan umum jenis colt. Kami memilih untuk menggunakan bis ¾ dengan pertimbangang akan berangkat duluan (sudah hampir penuh).

Akhirnya bis yang kami tumpangi tiba di perhentian terkahir setelah sekitar 3 jam perjalanan, lalu berlanjut dengan angkot yang mengantarkan ke Kampung Cai Ranca Upas, tujuan akhir kami hari ini.
Hari sudah gelap ketika kami sampai di pintu gerbang Kampung Cai Ranca Upas.  Setelah membayar izin masuk, langkah selanjutnya adalah makan malam di warung-warung yang ada didalam kawasan. Ketika menuju warung kami bertemu dengan salah seorang petugas pengelola dari tempat tersebut, Diki.  Kami mengutarakan niat untuk camping disana, dan terjadilah kesepakatan penyewaan tenda beserta perlengkapannya.

Malam itu tak terlalu banyak orang yang camping disana, yang terlihat hanya ada sekitar 2 atau 3 rombongan saja. Ini juga mungkin terjadi karena kami datang bukan di hari libur atau weekend di minggu kedua bulan oktober ini.
Setelah santap malam, bertiga kami menyalakan api unggun didepan tenda yang cukup lumayan untuk menghangatkan ujung jari.

Pagi harinya sebelum matahari beranjak tinggi, kembali menyalakan sisa kayu bakar semalam hanya untuk sekedar menghangatkan tangan sambil memasak air untuk sarapan.
“Kalau seperti tadi malam, ya sekitar 10 derajat lah” ujar Diki menjawab pertanyaan saya akan suhu udara semalam. Memang, udara yang kami rasakan malam harinya lumayan dingin. Wajar saja, Kampung Cai Ranca Upas yang terletak di Bandung Selatan ini berada diketinggian 1700 mdpl dan masih memiliki ekosistem hutan yang dikelola oleh Perhutani.

Setelah sarapan dan Azzam sempat bersepeda di sekitar kawasan sambil menunggu dibuka nya tempat penangkaran rusa.  Ya,tujuan pertama kami hari itu adalah penangkaran rusa yang merupakan salah satu daya tarik dari kawasan ini.  Begitu menaiki panggung yang disediakan untuk pengunjung, tampak belasan ekor rusa di padang rumput yang hijau. Diatas panggung tersedia wortel yang dijual untuk para pengunjung yang ingin memberi makan rusa.
Azzam dan bundanya tampak sangat menikmati melihat dan memberi makan rusa-rusa tersebut hingga berbungkus-bungkus.  Saat wortel dijulurkan dari atas panggung, maka rusa-rusa tersebut akan segera menghampiri.

Setelah puas memberi makan rusa-rusa, kami beranjak ke kolam renang yang berada tak jauh dari penangkaran rusa.  Sejuknya udara dan semilir angin di Ranca Upas tak menjadi masalah untuk menikmati aktifitas berenang.  Air di dalam kolam merupakan air panas alami yang bersuhu 36 derajat. Suasana yang tadinya cukup sepi, tampal mulai ramai oleh pengunjung yang mulai berdatangan di hari libur nasional ini  (bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha).

Selesai berenang, kami lanjut ke tempat fasilitas outbound, namun  karena tinggi badan yang belum cukup (sesuai aturan), Azzam hanya dibolehkan melakukan 1 kegiatan, flying fox.  Tak berhenti, aktifitas pun berlanjut dengan bermain ATV (All Terrain Vehicle) di trek yang sudah disiapkan.

Semakin sore, pengunjung yang tadinya ramai telah meninggalkan Kampung Cai Ranca Upas.  Tampaknya mereka hanya menghabiskan waktu seharian untuk menikmati berbagai fasilitas atau wahana permainan yang ada, tanpa menginap disana. Azzam pun kembali bersepeda dengan riangnya, sebelum kami akhirnya menikmati senja hari itu dengan duduk-duduk di pinggir danau.

Menjelang malam kami pun menuju tenda. Tampak hanya ada 2 tenda yang berdiri, selain tenda kami masih ada 1 tenda lagi yang didirikan disana.  Di malam kedua ini kami memindahkan lokasi tenda kami untuk mendapatkan view berbeda.
Setelah menyantap makan malam, kami melewati malam dengan keheningan di Ranca Upas sambil menyalakan api unggun di depan tenda.  Malam semakin larut dan dingin, tak kuasa menahan kantuk, kamipun lalu masuk ke dalam tenda untuk beristirahat.

Keesokan pagi harinya, Azzam kembali bersepeda sebelum akhirnya kami berkemas untuk meninggalkan Kampung Cai Ranca Upas dan bersiap ke Bandung Utara.


Rusa di Penangkaran

Ngasih makan rusa

Selamat pagi !

Bersepeda
 
Rumah Pohon

Menyiapkan sarapan ;)

Bersiap-siap meninggalkan Ranca Upas

Selamat tinggal Ranca Upas :)

23 comments:

  1. akhir pekan kemaren sempet maen ke ranca upas, ga nyadar ternyata ada danau-nya.
    maklum tujuan utamanya ketemu rusa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ow hahaha... ya udah ntar balik lagi aja :)

      Delete
  2. rusanya jinak-jinak, sempet turun dari atas ke dalam kandang buat ambil beberapa gambar. eh, rusanya pada nyantai, ga takut atau nyerang :)

    ReplyDelete
  3. Disana aja tempat penyewaan tenda ga? Atau emng haru bawa sndri dri rumah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kok untuk penyewaan tenda dan alat-alat perlengkapan berkemah nya

      Delete
  4. Disana aja tempat penyewaan tenda ga? Sama alat2 kaya untuk bakar2 smbil ngeliwet :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan khawatir, kayu bakar untuk ngeliwet tersedia :)

      Delete
  5. mau tanya, biaya sewa tenda dan perlengkapannya berapa ya? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmm...mungkin bisa ditanyakan pas kesana mas. tapi waktu itu itu kita sewa tenda sekitar Rp 80,000/malam

      Delete
  6. woow...menarik sekali....
    Terima kasih atas informasinya....
    Salam kenal Pak Dede, saya Amdani dari Tangerang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Pak Amdani
      Semoga bermanfaat dan salam kenal :)

      Delete
  7. Thanx infonya,,tp pgn tanya klo toilet nya gmn? Trus jauh ga dr area camping ground nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. toiletnya gak jauh kok dari camping ground nya.
      makasih udah mampir di blog saya

      Delete
  8. Boleh nih menjadi alternatif kalau ke Bandung, mau cari suasana yang beda bang. TFS

    ReplyDelete
  9. Kalo camp di samping danau boleh gak pak dede?

    ReplyDelete
  10. Kalo camp di pinggir danau boleh gak pak dede? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. setau saya, utk camping sdh disediakan lokasinya dan utk disekitaran danau sepertinya gak ada temppat utk camping

      Delete
  11. Pak kalau transportasi yang lbih enak dari Kopo atau Leuwi Panjang ya? Terus perkiraan ongkosnya berapa kira2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alo Uli, waktu itu karena kami bis kami terakhir di terminal leuwi panjang, maka startnya dari sana :))
      kalo ongkos leuwi panjang ke ranca upas kira-kira leuwi panjang- terminal ciwidey Rp 10.000/org trus nyambung lagi ciwidey-ranca upas Rp 5.000/org

      Delete
  12. bisa minta contact person orang yang nyewain tenda nggak ya pak dede

    ReplyDelete
  13. bisa minta contact person orang yang nyewain tenda nggak ya pak dede

    ReplyDelete

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...