Monday, January 18, 2016

Menyambut 2016 di Batu Tapak Camping Ground





“Kemping Yuk” itu status di facebook saya sekitar semingguan sebelum tahun baru.  Beberapa teman mengomentari nya.  Ada beberapa teman yang tertarik untuk ikutan.
Akhir tahun kali ini kami rencanakan untuk menghabiskannya camping di Batu Tapak, setelah beberapa tahun hanya kami lewatkan di dalam kota saja.

Dengan berbekal tiket pulang-pergi Bogor-Cicurug (Sulabumi) ditangan, pagi itu kami sudah berada di stasiun Paledang sekitar 45 menit sebelum keberangkatan kereta api Pangrango.  Jadi masih sempat untuk sarapan disekitaran stasiun.

Satu persatu penumpang yang sudah menunggu sedari tadi memasuki kereta yang penoperasiannya mulai kembali pada sekitar bulan november 2013 itu setelah sempat tidak digunakan untuk beberapa lama.
Sekitar kurang lebih 1 jam kereta pun tiba di stasiun Cicurug.  Berjalan keluar stasiun menuju jalan raya, tampak angkutan kota (angkot) sudah menunggu untuk mengantarkan kami ke tujuan akhir kami kali ini, Batu Tapak Camping Ground, Cidahu.

“Wah, akhirnya datang lagi mas Dede” ujar om yulius saat melihat kami di lobby.  Ya, memang kami sudah sekitar 4 kali ke tempat ini, namun yang terakhir sudah lumayan lama, sekitar 3 tahun lalu.
Om Yulius pun menyampaikan beberapa penambahan fasilitas yang ada disana saat ini.  “Sekarang kalo mau spa atau refleksi sudah ada disini” terang om yulius sambil menunjuk ke ujung ruangan lobby, dimana pengunjung yang datang bisa menikmati refleksi. 
Selain fasilitas tadi, ada area untuk ‘outbound’ bagi pengunjung.  Kalau yang ini memang terlihat relatif baru, karena petugas nya pun belum banyak.  Azzam pun sempat menjajal fasilitas tersebut.

Saat makanan yang memang sudah kami pesan sedari tadi datang, Dony bersama ketiga anaknya pun sampai disana.  Rupanya sang istri gak ikutan kali ini, karena masih harus bekerja setengah hari hingga tanggal 31 desember. 
Dony salah satu teman yang menyambut ajakan saya untuk rencana Tahun Baru kali ini.

”Yuk, kita turun” ajak saya kepada semua.  Kami semua bergegas turun kebawah menuju lokasi camping yang kami pilih.  Sepertinya sudah tak sabar. anak-anak begitu antusias menyambut ajakan saya. 2 tenda sudah berada disana saat kami tiba, kamipun mendirikan tenda kami hanya berjarak beberapa meter dari 2 tenda tersebut.

Setalah berganti pakaian untuk berbasah-basahan, Azzam, Una, Saga dan Binar langsung bermain di sungai yang tak jauh dari tenda kami terpasang.  Puas bermain air di sungai, berlanjut berenang ke air terjun mini yang dibawahnya membentuk seperti kolam sementara kami para orantua menyiapkan cemilan sore untuk mereka.

Keesokan paginya, setelah semuanya sarapan, kami memutuskan untuk trekking ke air terjun yang jaraknya sekitar 20 menit-an dari tenda kami. 
Seolah tak puas bermain air, sekembalinya dari air terjun anak-anak masih bermain air di air terjun mini yang berada di dekat tenda kami.

Trekking ke air terjun


Liat Depan.....


Sekitar jam 8 malam, helmi dan keluarga nya sampai juga ke tempat kami berkemah.  Saya langsung membantu helmi untuk mendirikan tenda sementara anak-anak nya langsung bermain dengan anak-anak yang lain disekitaran api unggun yang sudah kami nyalakan sejak sehabis maghrib.

 
Api Unggunan

“ntar aku dibangunin ya jam 12 malam” ujar Azzam yang diikuti juga oleh Rahel dan Rafa seoalah tak mau ketinggalan moment.  Mereka memang kami beritahukan bahwa nanti tepat pergantian tahun akan ada pesta kembang api yang diadakan oleh Batu Tapak Camping Ground.

Kembang api mulai terlihat di langit Batu Tapak saat tengah malam, anak-anak pun dibangunkan untuk melihat pesta tersebut sesuai kesepakatan diawal. Lumayan, pesta kembang api berlangsung sekitar 20 menit dan akhirnya kami semua masuk tenda untuk beristirahat.

Keesokan paginya, seperti sudah tak sabar anak-anak langsung ke air terjun mini setelah menghabiskan sarapan masing-masing.  Rupanya 3 hari disana, seperti saatnya berbasah-basahan bagi kami semua.  Selain itu selama disana, mereka juga melewatkan waktu dengan berlari-larian, main tebak-tebakan dan juga tiduran dalam hammock yang juga kami pasang di dekat tenda hingga mencari kayu untuk dibakar saat api unggunan.

Setelah semuanya puas bermain-main, akhirnya sekitar pukul setengah duabelas kami memutuskan untuk meninggalkan Batu Tapak Camping Ground.

Selamat Tahun Baru! Sampai bertemu lagi di Batu Tapak, kawan-kawan.....



Bikin burger

 
Berjemur setelah berenang


Yeeaaa....

8 comments:

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...