Friday, January 13, 2017

Taman Nasional Bali Barat Bagian 2 – Trekking di Hutan dan Snorkeling di Pulau Menjangan (#FamilyGoesToNationalPark)


Foto: NZ Anastasia


Keesokan paginya, mas Iwan datang menjemput kami di hotel pukul setengah delapan.  Dengan mobil kamipun meninggalkan hotel untuk menuju hutan.  Sekitar 10 menit perjalanan kami berhenti di pinggir jalan utama.  “Loh, kita mulai trekking nya dari sini mas” tanya saya pada mas Iwan dan Ia pun mengiyakan.  Tak lupa kami membeli air mineral untuk bekal trekking kami.

Sebelum memasuki hutan, mas Iwan menawarkan pada kami untuk mentemprotkan cairan anti nyamuk di beberapa bagian tubuh yang terbuka.  “Lumayan banyak nyamuk disini” ujarnya,  Kami pun mengikuti sarannya.
Kami berjalan diantara pepohonan yang tidak berukuran besar, karena  hutan ini termasuk tipe hutan hujan dataran rendah, yang letaknya di ketinngian 0 – 1000 meter diatas permukaan laut.


Hutan Hujan dataran rendah TNBB (Foto: NZ Anastasia)
 
Beberapa kami kami berhenti dan mencoba melihat jenis burung penghuni hutan tersebut.  2 jam trekking di hutan yang kontur naik turunnya tak begitu banyak akhirnya kami sampai di satu titik semacam punggungan yang terbuka.  Dari titik tersebut kami dapat melihat ke area hutan mangrove dan juga pelabuhan penyebrangan gilimanuk.
Tak begitu lama menikmati pemandangan dan sekalian melepas lelah disana, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Sabana.


Mengamati burung (Foto: NZ Anastasia)
 
Pada awalnya Taman Nasional Bali Barat merupakan Suaka Margasatwa, namun akhirnya pada tahun 1984 ditetapkan sebagai Taman Nasional.
Pada dasarnya, Taman Nasional Bali Barat memiliki jenis ekosistem yang unik, yaitu perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem laut. Di kawasan ini, wisatawan dapat menjelajahi ekosistem daratan (hutan), mulai dari hutan musim, hutan hujan dataran rendah, savana, hingga hutan pantai. Sementara pada ekosistem perairan (laut), wisatawan dapat menyaksikan hijaunya hutan mangrove, keelokan pantai, ekosistem coral, padang lamun, serta perairan laut dangkal dan dalam.


Mengamati pemandangan sekitar
 
Tak begitu jauh dari Sabana, akhirnya kami keluar dipinggir jalan utama tak begitu jauh dari tempat awal kami masuk. 

Pulau Menjangan

Kantor Taman Nasional Wilayah III
 
Dari sana, kami langsung menuju Labuan Lalang.  Tiba disana kami dikenalkan pada petugas Taman Nasional oleh mas Iwan.  Setelah membayar biaya-biaya untuk masuk kawasan, sewa perahu dan peralatan snorkeling dan membeli bekal makan, kamipun menuju perahu yang sudah menunggu untuk membawa kami ke Pulau Menjangan.

Azzam kembali kegirangan menaiki perahu motor.  Kali ini perahunya lebih besar dari yang kami tumpangi ketika menelusuri area hutan mangrove. “Aku mau di depan” ujarnya sambil berjalan kearah ujung depan perahu.

Menuju Pulau Menjangan

Pulau Menjangan yang masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional ini kami tempuh dalam waktu sekitar 40 menit dari Labuan Lalang.  Setiba disana, kami segera menyantap makanan yang sudah kami bungkus tadi sambil menunggu guide snorkeling yang masih melayani tamunya.

Tampak disana beberapa perahu yang bersandar, tentunya membawa para pengunjung yang akan melakukan snorkeling ataupun diving di kawasan ini.

Snorkeling

Snorkeling disana di hari yang cerah sangat membantu kami untuk menikmati keindahan bawah laut Pulau Menjangan.  Terumbu karang, ikan-ikan yang beragam jenis dan berwarna-warni membuat kami terkagum.  Pulau Menjagan sendiri sesungguhnya memiliki banyak spot snorkeling ataupun diving dengan kontur membentuk jurang dibawah laut (wall diving) dan coral garden.  Agak disayangkan kami tidak membawa kamera bawah laut untuk merekam keindahan tersebut.


Di gapura

Setelah snorkeling lumayan jauh dari dermaga, akhirnya kami harus kembali ke perahu untuk menyeberang kembali ke Labuan Lalang.
Ada sedikit kejadian yang menegangkan ketika kami akan bersandar.  Beberapa ratus meter dari pelabuhan, ombak mendera perahu lumayan kencang.  Dengan angina yang bertiup kencang, di dermaga tampak sekitar 6 orang yang sudah siap menyambut perahu yang kami tumpangi.


Meninggalkan Pulau Menjangan


1 comment:

  1. saya ke menjangan nya belum pernah melalui labuan lalang. Paling2 dari watu dodol banyunwagi

    ReplyDelete

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...