Tuesday, July 18, 2017

Pantai Di Sumba Timur, Puru kambera Dan Walakiri

Purukambera, Pantai Berpasir Putih Nan Lembut


Pantai berpasir putih lembut

Sejauh mata memandang tampak terlihat padang savana yang luas dan di beberapa bagian akn terlihat lautan yang membentang.  Kuda-kuda liar yang sedang merumput mencari makan, membuat kami berhenti beberapa kali dan turun dari mobil untuk mencoba mendekati mereka.  Cukup jauh jarak yang harus kita batasi dengan kuda-kuda itu, karena begitu kita sedikit mendekat, maka mereka akan berlari menjauh.


Kuda liar 

Saya dan Azzam akhirnya mengambil tempat di bak terbuka mobil.  Cuaca Sumba yang lumayan terik, tak begitu kami rasakan, terbayarkan oleh pemandangan sekitar, langit biru dan lukisan awan putih menggumpal.  Apalagi dengan berada di bak terbuka, hempasan angin sangat membantu mendinginkan.
Seperti itulah perjalanan kami menuju pantai purukambera di hari kedua di Sumba.

Deretan pohon cemara seolah menyambut kedatangan kami di pantai purukambera.  Ada satu rombongan keluarga yang sudah ada terlebih dahulu disana.  Tampaknya ada yang sedang memasak makanan dan beberapa lainnya bermain di pantai.  Kami membawa bekal untuk makan siang kami disana, karena memang tidak ada warung atau rumah makan di sekutar sana.


Berpose :)

Begitu turun dari mobil, Azzam membuka baju nya, sudah tak sabar ingin bermain dan menyeburkan diri di pantai yang pasirnya lembut dan berwarna putih ini.
Seolah belum puas bermain di pantai purukambera, Azzam pun berujar “Yaaahhh…kok kita udahan?” ketika saya mengajaknya untuk menyudahi tatkala dia masih asik bermain pasir.  “Kan tadi kita udah sepakat, gak terlalu lama disini, karena kita masih akan ke pantai lainnya” ujar saya mengingatkannya.
Dia pun akhirnya setuju mehyudahi kegiatannya setelah minta tambahan waktu sekitar 10 menit.

Di tengah jalan menuju pantai walakiri, kami sempat berhenti dan mendaki ke salah satu bukit yang menurut mata kami cukup menarik untuk didaki.


Bukit di puru kambera


Mangrove Menari Di Walakiri


Sunset yang mendung

Perjalanan pun berlanjut.  Pantai Walakiri menjadi tujuan kami selanjutnya.  Pantai ini menjadi cukup terkenal di dunia sosial media, dengan mangrove sebagai ikon nya, yang katanya bagaikan pohon menari. 

Tak berbeda dengan pantai purukambera, pasir di pantai ini pun berwarna putih.  Ketika kami sampai disana, air sedang surut, hingga tampak terbentang luas hamparan pasir putih yang menjorok beberapa puluh meter menuju lautan.
Kondisi di pantai walakiri saat itu cukup ramai oleh wisatawan lokal, dan beberapa dari mancanegara. 
Meskipun sudah ramai dikunjungi orang, tak tampak ada warung atau penjaja makanan/minuman di pantai ini.

Kami melihat orang-orang yang berada di pantai menunjuk-nunjuk kebawah, membungkukkan diri, berjalan seperti mengendap-endap, bahkan ada yang sambil duduk-duduk di pasir.  Ketika kami turun kesana, ternyata bintang laut yang jumlahnya sangat banyak menjadi keunikan tersendiri bagi orang-orang yang melihatnya.  Karena jumlahnya yang sangat banyak dan warnanya nyaris sama dengan pasir, maka orang-orang harus berhati-hati melangkah, menghindari agar tak hewan laut yang berbentuk seperti bintang itu tak terinjak.


Bintang laut

Nah, salah satu yang membuat orang-orang tertarik ke pantai ini adalah juga adalah pohon mangrove yang seperti sedang menari tadi.  Belasan orang sudah tampak berada disekitar mangrove untuk mengabadikannya lewat foto.  Begitu yang saya dengar.

Namun ketika hari semakin sore, awan dilangit mendung dan disusul dengan hujan.  Maka untuk mendapatkan foto mangrove dengan latar belakang sunset (matahari terbenam) pun musnah yang mungkin membuat beberapa orang kecewa karenanya.


Kami pun berlari kecil menuju mobil untuk menghindari agar tak basah kuyup oleh hujan dan memutuskan kembali ke prailiu.


Mengagumi bintang laut

2 comments:

  1. Kalau pantainya sedang surut bagus banget kelihatannya ya. Hamparan paris memutih terlihat di mana-mana. Itu bintang lautnya terjebak hahahahhah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener. bagus banget penampakan pasirnya

      Delete

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...