Friday, July 28, 2017

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu



Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam memainkan politik di dunia internasional, menjadi spirit baru bagi negara-negara Asia dan Afrika di masa lalu untuk merdeka. Kawan maupun lawan dibuat segan oleh pandangan-pandangannya. 

Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela punya kekaguman terhadap Presiden pertama Indonesia Soekarno. Di mata Mandela, Soekarno adalah tokoh yang membakar semangatnya memperjuangkan rakyat Afrika Selatan.
Mandela merasa sangat terinspirasi dan terbakar semangatnya kala mendengar pidato Presiden Soekarno di konferensi Asia Afrika tahun 1955. Pidato itulah yang membakar perjuangannya memerdekakan rakyat Afrika Selatan.


Foto Bung Karno di dinding ruang tamu

Sederet pujian dan anugrah disematkan pada Bung Karno dalam berbagai manifestasi.  Diantaranya; Jalan Ahmad Soekarno (Mesir), Jalan Sukarno (Maroko), Jalan Sukarno (Pakistan), Masjid Biru Sukarno (St Petersburgh), Perangko Sukarno (Kuba).

Sebagai anak bangsa yang menghargai jasa para pendahulu atau pahlawan sudah selayaknya pula kita untuk mengetahui sepak terjang beliau bahkan meneruskan apa yang di cita-citakannya untuk dunia, khususnya Indonesia.
Berbicara tentang Bung Karno, tentunya banyak sekali yang cerita tentang beliau dari mulai zaman pergerakan, memproklamirkan kemerdekaan Indonesia hingga akhir hayat beliau.  Tak habis-habis rasanya untuk menceritakan itu semua.

Dalam cita-cita beliau hingga membawa Indonesia Merdeka tentunya tak sedikit cerita tentang bagaimana gigihnya perjuangan yang dilakukan.
Sebagai contoh, betapa pihak penjajah saat itu mencoba meruntuhkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dengan cara memenjarakan dan mengasingkan Bung Karno karena dianggap berbahaya oleh pihak penjajah.  Dengan cara mengasingkan, mengisolir Sukarno dari dunia luar pihak Belanda berharap semangat perjuangan Sukarno akan luntur.


Ranjang Bung Karno dan Ibu Inggit

Salah satu tempat diasingkannya Bung karno adalah Bengkulu pada tahun 1938 hingga 1942.  Rumah tempat diasingkannya Bung Karno adalah milik seorang Tionghoa yang disewa oleh Belanda.  Beliau dipindahkan ke Bengkulu dari pengasingannya di Ende.
Semangat perjuangan Bung Karno kembali berkobar.  Beliau memotivasi pemuda-pemuda Bengkulu untuk bebas dari penjajahan, meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi.
Salah satu cara pergerakan yang dilakukan Bung Karno pada masa itu melalui suatu perkumpulan pertunjukan yang bernama Monte Carlo.  Disitulah kesempatannya untuk bertemu para pemuda.  Lewat Monte Carlo pulalah Sukarno bisa mengunjungi sekolah-sekolah yang mmberi kesempatan padanya untuk menyebarkan nilai-nilai cinta tanah air dan kemerdekaan.

Di kota ini juga Bung Karno bertemu dengan Fatmawati yang kemudian menjadi istri ketiganya.  Saat berada di Bengkulu, beliau masih dengan istri ke duanya, Ibu Inggit yang pada saat diasingkan di Ende juga ikut menemani beserta anak angkatnya Ratna Djuami.
Bersama Ibu Fatmawati, Bung Karno dikarunia 5 orang anak dalam 12 tahun pernikahan mereka sebelum akhirnya berpisah.
Di rumah inilah kisah cinta Sukarno dan Fatmawait bersemi.  Adalah Hassan Din, tokoh Muhammmadiyah asal Bengkulu yang bertamu ke rumah Bung Karno beserta keluarganya.  Saat itulah pertama kali Bung Karno melihat gadis yang membuatnya jatuh cinta.Di rumah yang terletak di jantung Kota Bengkulu itu pula lah akhirnya Fatmawati menumpang dan menjadi sahabat Ratna Djuami, Teman satu sekolah dan tidur di kamar yang sama Ratna yang akhirnya menjadi ibu tirinya.

Kini rumah pengasingan yang mempunyai 2 kamar tidur, 1 kamar tidur tamu, 1 kamar kerja, 1 ruang tamu itu menjadi salah satu objek wisata di Bengkulu.


Teman-teman blogger di ruang kerja Bung Karno



No comments:

Post a Comment

Rumah Pengasingan, Perjuangan Dan Cinta Bung Karno Di Bengkulu

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam me...